Dalamseni membuat karya patung, terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan. Dikutip dari modul Seni Budaya Kelas IX (2017), berikut 5 teknik pembuatan patung: Teknik pahat, yaitu teknik yang dilakukan dengan mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung dan relief dari bahan dasar kayu ataupun batu. Membuatbahan tekstil bisa dilakukan dengan alat tenun tradisional maupun modern. Kain wol dibuat dari bulu domba. Bahan benang buatan misalnya dakron, polyester dan nilon Alattenun gedog umumnya dipakai untuk membuat bahan tekstil yang ukurannya pendek antara lain bahan tekstil untuk acara acara adat, keagamaan, atau hiasan kerajaan seperti, ulos, RangkumanMateri IPS Kelas 7 Bab 3 Semester 2. Rangkuman Materi IPS Kelas 7 Bab 2 Semester 1. Pembuatan produk kerajinan tekstil yang dilakukan tengan kedua teknik ini memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Karakteristik Structural Technic memiliki kecenderungan lebih klasik, unik, rumit dan detail. Bahandasar pembuatan kain tenun diantaranya seperti serat benang, pengawet benang, pewarna benang dan lainnya. indonesiakaya.com. Serat benang menjadi bahan utama untuk menciptakan kain tenun. Agar menarik, kebanyakan kain tenun diberi motif dan corak pada kainnya. Penggunaan motif tersebut disesuaikan oleh khas daerah mashing-masing. PrinsipPrinsip Kerajinan Tekstil. Untuk membuat kerajinan tekstil berkualitas tinggi, seorang pengrajin harus memahami prinsip-prinsipnya sesuai dengan fungsi hias dan fungsi pakai berikut ini, sebagaimana dikutip dari buku Prakarya (2017) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 1. Bahanbaku dan bahan penolong merupakan dua komponen penting yang saling melengkapi dalam proses produksi. Tanpa keduanya, dapat dipastikan bahwa proses produksi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu, perusahaan khususnya manufaktur, wajib memastikan bahwa stok kedua bahan ini selalu tersedia. Sebab, kekosongan stok kedua Membuatbahan tekstil dpt dilakukan dengan 2 jenis alat tenun yaitu apa saja Karakteristikdan Kelebihan Bahan Rayon. Bahan rayon digunakan secara luas dalam industri garmen, khususnya untuk bahan pakaian dan perlengkapan busana. Bahan ini bisa dibuat menjadi daster, jaket, jas, pakaian dalam, syal, topi, kaus kaki, dan lain-lain. Bahan rayon juga bisa dimanfaatkan sebagai alas atau pelengkap perabot rumah tangga PengertianKerajinan Tekstil. Kerajinan tekstil suatu karya seni yang berasal dari bahan-bahan tekstil. Tekstil merupakan suatu bahan yang berasal dari serat yang sudah Diharapkanpembuatan biofoam dapat sebagai solusi problem kemasan pangan yang umumnya menggunakan kemasan sintetik minyak bumi yang semakin terbatas dan sulit untuk didegradasi oleh alam. Selain itu, diharapkan dapat sebagai solusi keamanan pangan bagi kesehatan. II. Metode Penelitian a. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini SEORANGPENGGUNA TELAH BERTANYA πŸ‘‡ Untuk membuat bahan tekstil bisa dilakukan dengan INI JAWABAN TERBAIK πŸ‘‡ Jawaban yang benar diberikan: nasywaamaliaputri jawaban: Pembuatanadalah kegiatan untuk menghasilkan kerajinan tekstil. Proses pembuatan kerajinan tekstil terdiri atas beberapa tahapan dari tahap awal pengolahan bahan sampai dengan barang siap digunakan. Pertama, proses serat atau benang menjadi kain, lalu kain menjadi kerajinan tekstil, seperti busana, tas, sarung bantal dan lain-lain, serta Membuatbahan tekstil bisa dilakukan dgn cara - 2170805 merry2 merry2 27.02.2015 Seni Sekolah Menengah Pertama terjawab Pembuatan maket b. Perancangan atau perencanaan c. Menyiapkan alat dan bahan d. Membuat miniatur rumah berdasarkan rancangan 28. Mesin traktor, mesin pemintal benang, mesin penggiling padi, dan mesin Untukpenjelasan lebih lengkapnya, Anda bisa menyimak artikel di bawah ini. Ilustrasi Butsir Adalah Foto: Unsplash. Alat dan Bahan untuk Pembuatan Patung. Berikut alat dan bahan fG9I5. Menerapkan ragam hias pada bahan tekstil merupakan salah satu budaya yang telah diterapkan oleh leluhur kita dari masa lalu. Ya, batik merupakan salah satu contoh karya yang menerapkan ragam hias pada bahan tekstil. Ragam hias sendiri adalah berbagai gambar bentuk hias atau motif yang biasanya dibuat secara berulang dan memiliki pola tertentu pada karya lain seperti guci, furnitur, atau kain tekstil. Keindahan ragam hias di nusantara telah diterapkan hampir di seluruh sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Ragam hias tidak hanya terdapat pada kain saja, namun mencakup juga bangunan rumah tinggal, peralatan rumah tangga, senjata tradisional, dsb. Perkembangan dan pertumbuhan ragam hias pada benda tekstil sendiri sangat pesat karena terus mengikuti mode dan trend yang tengah menghampiri. Ragam hias pada bahan tekstil banyak dipengaruhi oleh letak geografis dan kehidupan sosial masyarakat pendukungnya. Di kehidupan masyarakat Indonesia tidak akan terlepas dari kebutuhan upacara adat terutama kain tradisional. Kain adat merupakan bagian dari upacara adat yang telah dipraktikan dari sejak dulu. Setiap adat memiliki kain sebagai bagian dari upacara kebudayaannya. Oleh karena itu, menjaga kelestarian bahan tekstil terutama batik, tenun, dan sejenisnya merupakan tanggung jawab kita semua yang tak lain dan tak bukan adalah bagian dari masyarakat besar ini. Tidak hanya batik, ragam hias pada tekstil telah diterapkan sejak dulu pada pakaian-pakaian adat yang ada di Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh ragam hias pada produk tekstil yang telah diterapkan pada beraga adat yang ada di Indonesia. Lalu seperti apa konsep dan teknik penerapan ragam hias pada bahan tekstil? Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 121 penerapan ragam hias pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan cara membatik, menenun, membordir, menyulam dan melukis. Bahan tekstil dibuat dengan menjalin benang pakan dan lungsi dengan beragam pola jalinan. Membuat bahan tekstil bisa dilakukan baik dengan alat tenun tradisional maupun modern. Jenis dan Sifat Bahan Tekstil Jenis tekstil dapat diketahui dari perbedaan jenis benang dan permukaan teksturnya. Benang dapat dibuat dari bahan alam atau bahan buatan. Benang katun dibuat dari kapas, sementara itu benang sutera dibuat dari serat yang berasal dari kepompong ulat sutera. Contoh lain dari benang alam adalah kain wol yang dibuat dari bulu domba. Sementara itu, contoh bahan benang buatan meliputi dakron, polyester dan nilon yang digunakan untuk membuat tekstil dengan jenis tertentu. Contoh bahan benang buatan lainya meliputi serat agel dan serat rami yang digunakan untuk produk seperti tas dan makrame. Setiap bahan tekstil memiliki sifat yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa jenis-jenis bahan tekstil yang biasa diberi ragam hias beserta masing-masing sifatnya. Katun Bahan katun memiliki sifat menyerap air, mudah kusut, lentur, dan dapat disetrika dalam temperatur panas yang tinggi. Wol Memiliki sifat sangat lentur, tidak mudah kusut, dapat menahan panas, apabila dipanaskan menjadi lebih lunak. Sutera Sutera memiliki sifat lembut, licin, berkilap, lentur, dan kuat. Bahan sutera banyak menyerap air dan memiliki rasa sejuk apabila digunakan. Tekstil Maksudnya adalah bahan kain/tekstil yang umum digunakan secara komersial pada industri. Bahan tekstil umumnya dibuat dari bahan polyester dan nilon memiliki sifat tidak tahan panas, tidak mudah kusut, tidak perlu disetrika, kuat, dan jika dicuci cepat kering. Jenis dan Bahan Pewarna Tekstil Bahan tekstil dapat diberi warna baik dari bahan pewarna alami maupun buatan. Masing-masing bahan pewarna tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda pula. Pewarna alam dihasilkan dari ekstrak akar-akaran, daun, buah, kulit kayu dan kayu. Contoh pewarna alami misalnya adalah soga dan kesumba. Pewarna alami memiliki sifat mudah luntur dan mudah pudar karena tidak tahan terhadap sinar matahari. Sementara itu, pewarna buatan sintetis dibuat dari bahan kimia. Contohnya meliputi naptol dan indigosol. Jenis pewarna naptol digunakan dengan teknik celup, sedangkan pewarna indigosol dapat digunakan dengan teknik celup atau colet lukis. Bahan pewarna buatan memiliki sifat tidak mudah luntur dan tahan terhadap sinar matahari. Teknik Menggambar Ragam Hias pada Bahan Tekstil Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan beragam teknik, seperti sulam, batik, sablon tenun ikat, bordir, dan songket. Contoh sederhana dari penerapan ragam hias pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan menggambar ragam hias pada pada kaus oblong. Kaos atau T-shirt dibuat dari bahan yang menyerap cat, sehingga cat dapat dipastikan mampu merekat dengan baik. Namun dibalik kelebihan itu, bahan yang terlalu mudah menyerap cat juga akan sedikit menyulitkan pengaplikasian cat. Hal itu karena cat akan terlalu rembes dan meleber, sehingga sulit untuk menggambar bentuk yang presisi. Untuk menghindari masalah ini kita dapat menggunakan cat yang tidak terlalu encer dan menggunakan kuas round yang kecil serta mengaplikasikannya secara tipis-tipis. Berikut adalah contoh penerapan ragam hias pada produk kaos oblong, dengan teknik menggambar. Siapkan gambar rancangan ragam hias di atas kertas. Siapkan kaos oblong berwarna putih dan berilah alas dari bahan karton atau tripleks di dalamnya agar pengecatan tidak akan tembus ke belakang. Pindah gambar rancangan ragam hias ke permukaan kaos dengan pensil. Selesaikan gambar rancangan dengan menerapkan warna-warna yang menarik dengan alat kuas. Keringkan hasil gambar ragam hias dengan hair dryer atau dijemur Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 124. Pada contoh penerapan ragam hias ini, pindah gambar rancangan ragam hias ke permukaan kaos dilakukan dengan cara menggambar atau melukisnya langsung di atas kaus. Pewarnaan bisa dilakukan dengan menggunakan alat kuas dan bahan cat tekstil atau cat sablon. Langkah-langkah menggambar pada bahan tekstil kaus meliputi beberapa tahapan berikut. Buatlah sketsa ragam hias yang sudah dipilih. Gunakan kayu triplek atau karton tebal sebagai alas kaos dan letakkan di dalamnya agar tidak tembus ke belakang. Berilah warna pada ragam hias. Keringkan hasil gambar pada sinar matahari atau gunakan pengering rambut hair dryer. Penutup Mungkin contoh di atas tampak terlalu sederhana namun mempelajari menerapkan ragam hias pada bahan tekstil dapat dimulai dari teknik tersebut. Selanjutnya kita dapat mencoba untuk menerapkan teknik cetak tinggi seperti pada desain grafis, baru kemudian belajar membatik. Membatik akan melibatkan berbagai teknik cukup sulit yang harus ditekuni dan dipelajari dengan cermat serta sungguh-sungguh agar dapat dikuasai. Referensi Tim Kemdikbud. 2017. Seni Budaya VII. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Ilustrasi macam-macam teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan tekstil. Foto. dok. illustrart tekstil merupakan salah satu bentuk kerajinan yang dibuat dengan berbagai macam teknik khusus. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai macam-macam teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan tekstil, mari kita simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut Teknik yang Digunakan dalam Membuat Kerajinan TekstilBentuk kerajinan yang banyak dijual di pasaran tentu memiliki bahan dan material yang berbeda antara satu kerajinan dengan kerajinan lainnya. Salah satu kerajinan yang banyak digemari masyarakat adalah kerajinan tekstil. Ada banyak sekali contoh kerajinan tekstil yang identik sebagai kerajinan tradisional di Indonesia, mulai dari kain tenun, batik tulis dan masih banyak lagi macam-macam teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan tekstil. Foto. dok. Six_Characters tekstil tentunya memiliki tujuan dan fungsi pembuatannya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku berjudul Ayo Membuat Kerajinan Tekstil yang disusun oleh Moch Ricky Fachrizal 2022 20 yang memaparkan bahwa produk kerajinan tekstil memiliki fungsi hias dan pakai baik yang dilakukan dengan cara menghias permukaan kain ataupun tekstil sebagai fungsi hias dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Tak hanya itu, kerajinan tekstil dengan fungsi hias dapat pula dibuat dengan memodifikasi bahan dan teknik. Dalam pembuatan kerajinan tekstil. Terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah menentukan bahan yang tersebut sesuai dengan yang dibahas dalam buku berjudul Prakarya dan Kewirausahaan Tata Busana Di Madrasah Aliyah Pengenalan Dan Praktik Penggunaan Alat Jahit Mesin Dan Manual yang ditulis oleh Suprihatiningsih 2020 11 yang menyebutkan bahwa pembuatan produk kerajinan tekstil dilakukan dengan cara menentukan jenis bahan apa yang akan dibuat benda hias atau benda pakai, membuat produk, membuat desain hiasan pada produk, menyiapkan bahan dan alat serta langkah kerja pembuatan produk kerajinan macam-macam teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan tekstil. Foto. dok. Goddard_Photography umum bahan utama yang dapat dipergunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil adalah bahan tekstil yang terbuat dari serat alam atau serat polyester baik itu berupa kain tenun, rajut, kempa ataupun berupa benang atau tali. Contoh bahan-bahan tekstil yang dapat dipergunakan dalam pembuatan produk kriya tekstil adalah kain katun, kain satin, benang katun, benang nilon, tali koor, kain flanel, dan mempertimbangkan bahan yang dibuat, terdapat pula macam-macam teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan tekstil. Teknik tersebut antara lain teknik tenun, cetak saring atau sablon, teknik jahit, teknik sulam atau bordir, teknik tenun atau tapestri, dan masih banyak dia penjelasan lengkap mengenai macam-macam teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan tekstil yang dapat Anda ketahui untuk memperluas wawasan mengenai teknik pembuatan kerajinan tekstil. DAP Proses dapat diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana pembuatan kerajinan bahan tekstil tersebut dilaksanakan. Pembuatan adalah kegiatan untuk menghasilkan kerajinan tekstil. Proses pembuatan kerajinan tekstil terdiri atas beberapa tahapan dari tahap awal pengolahan bahan sampai dengan barang siap digunakan. Pertama, proses serat atau benang menjadi kain, lalu kain menjadi kerajinan tekstil, seperti busana, tas, sarung bantal dan lain-lain, serta pewarnaan dan pemasangan aksesori untuk suatu fungsi tertentu atau menambah nilai estetis atau keindahan pada produk kerajinan tekstil yang dibuat. Secara umum proses pembuatan kerajinan tekstil meliputi produk serat, benang, kain, pakaian dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat. Produk kerajinan bahan tekstil adalah produk kerajinan yang dihasilkan melalui keterampilan tangan dan keterampilan berpikir dalam mengolah suatu bahan atau textile sehingga menghasilkan estetika atau keindahan sekaligus fungsi tertentu. Produk kerajinan tekstil memiliki nilai yang tinggi karena menuntut kemampuan berkarya menggunakan keterampilan tangan, baik tanpa menggunakan alat bantu maupun dengan menggunakan alat bantu sederhana. Kerajinan tekstil yang berkualitas, mengangkat kekhasan daerah, dan dilakukan oleh masyarakatnya memiliki nilai jual yang tinggi, dan dapat dimanfaatkan untuk lingkungan dan kesejahteraan bersama. Urutan proses pembuatan kerajinan tekstil dapat diilustrasikan dengan bagai di bawah ini. Proses pada pembuatan kerajinan tekstil, seperti tampak pada di atas terdiri dari beberapa tahapan. Pertama, pembuatan serat/benang menjadi kain/tekstil yang menggunakan teknik tenun. Kedua, pembuatan kain/tekstil menjadi satu bentuk kerajinan tekstil. Terakhir, proses pemasangan asesoris atau nishing sehingga menghasilkan kerajinan tekstil yang siap digunakan. Proses pewarnaan dapat dilakukan pada serat/benang, pada kain atau pada bagian akhir setelah kerajinan tekstil terbentuk. Pewarnaan pada benang dilakukan dengan pencelupan serat/benang. Pada tekstil tanpa motif/ polos, pewarnaan dilakukan dengan pencelupan dengan 1 warna, sedangkan untuk menghasilkan tekstil dengan motif tertentu, pewarnaan menggunakan teknik ikat dengan beberapa kali pewarnaan. Pewarnaan pada kain/tekstil dapat menggunakan teknik rintang warna, seperti teknik batik atau jumputan, teknik impress seperti cap, sablon, atau digital printing serta teknik lukis. Dekorasi dapat dilakukan pada kain atau pada produk yang sudah terbentuk, dengan teknik sulam dan bordir, maupun penambahan aksesori untuk menambah keindahan produk kerajinan tekstil. Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil Dalam Pembuatan seni kerajinan tekstil teerdapat beberapa teknik yang digunakan adapun teknik yang digunakan dalam kerajinan tekstil diantanya adalah sebagai berikut 1. Teknik Tenun Teknik tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Dengan kata lain bersilangnya antara benang lungsi dan pakan secara bergantian. Teknik pembuatan kain yang masih tergolong kerajinan karena mengandalkan keterampilan tangan adalah teknik tenun. Kain tenun di Indonesia dikerjakan dengan dua jenis teknik, yaitu tenun gendong benang lungsi yang akan ditenun diikat mengelilingi hingga punggung penenun yang digunakan di seluruh Indonesia, dan teknik tenun yang menggunakan bingkai kayu sebagai alat bantu tenun. Pada teknik tenun dua jenis, dengan benang lungsin putus yang akan menghasilkan kain panjang atau selendang dan dengan benang lungsin tidak terputus untuk menghasilkan sarung berbentuk tabung. Proses teknik tenun adalah sebagai berikut. Menyiapkan benang lungsin yang panjangnya sama dengan panjang kain yang diinginkan. Memasang benang lungsin pada cucukan. Menyiapkan benang pakan. Penenunan dilakukan dengan memasukan benang pakan ke antara benang-benang lungsin. Alat Tenun Alat tenun adalah alat atau mesin untuk menenun benang menjadi tekstil kain. Menurut ukurannya, alat tenun tradisional dan alat tenun bukan mesin yang berukuran kecil dipakai untuk menenun sambil duduk, sementara alat tenun berukuran besar digunakan untuk menenun sambil berdiri. Berikut ini alat tenun tradisional yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Alat Tenun Gendong. Bagian alat yang disebut epor diletakkan di belakang pinggul seperti menggendong ketika menenun dan menggunakan tangan saat prosesnya. Hasil dari proses ini dapat menghasilkan kain tenun hingga mencapai ukuran 50 – ninety cm. ATBM. Alat Tenun Bukan Mesin merupakan alat tenun yang digerakkan oleh injakan kaki untuk mengatur naik turunnya benang lungsi pada waktu masuk keluarnya benang pakan, dipergunakan sambil duduk di kursi, Pengrajin duduk kursi/dibangku karena alat tenun berdiri di atas lantar membentuk sebuah kerangka kayu. Alat ini merupakan perombakan dari alat berpenahan pinggang menjadi alat penggerak kaki. 2. Teknik Pewarnaan Pada umumnya, teknik pewarnaan kain-kain tradisional di Indonesia memanfaatkan proses celup dengan rintang warna seperti teknik batik dan teknik pada Kain Sasirangan khas Banjar, Kalimantan Selatan, dan teknik ikat pada pewarnaan serat/benang tenun. Perbedaan utama teknik batik dan sasirangan dengan kain tenun ikat adalah pewarnaan kain batik dilakukan setelah benang ditenun menjadi kain, sedangkan pada kain tenun ikat pewarnaan dilakukan pada benang sebelum ditenun menjadi kain. Teknik Pewarnaan Ikat Celup Teknik ikat celup sudah dilakukan sejak lama di seluruh belahan dunia. Asal usul teknik ini diperkirakan berkembang di India dengan sebutan Bhandani sejak 906 618 SM. Teknik ini berasal dari dataran Cina pada zaman Dinasti Tang dibuat pada kain sutera. Teknik pewarnaan ikat terdiri atas ikat hanya pada benang lungsin atau pakan dan ikat ganda pewarnaan pada benang pakan dan lungsin. Langkah pertama teknik ikat celup menempatkan benang pakan/lungsin pada plangkan. Langkah kedua adalah menggambarkan pola motif pada benang yang sudah terpasang pada plangkan. Langkah ketiga adalah mengikat bagian benang sesuai dengan motif yang diinginkan. Ikatan yang kuat, tebal dan rapi akan dapat menghalangi warna dengan baik. Langkah keempat adalah benang yang sudah diikat dicelup dengan warna-warna sesuai dengan rancangan. Pewarnaan dilakukan mulai dari warna yang paling tua, ke warna yang paling muda. Setelah pewarnaan pertama, warna kedua diperoleh dengan melepaskan ikatan pada bagian yang ingin diwarnai, dan seterusnya hingga selesai. Benang yang sudah diwarnai lalu dikeringkan. Setelah kering, benang lungsin dipasang pada alat tenun, sedangkan benang pakan dipasang pada kelenting. Selain teknik pewarnaan ikat celup pada benang tenun, ada pula teknik rintang warna dengan menggunakan lilin/malam, yaitu teknik batik. Proses pewarnaan pada teknik batik adalah sebagai berikut. Membuat sketsa motif batik pada kain polos. Menyiapkan alat dan bahan seperti malam, canting, kompor batik dan zat warna alam berikut fasilitas pendukung lainnya. Memanaskan malam pada kompor batik sampai lx Β°C. Dengan menggunakan canting untuk batik tulis atau cap aluminium untuk batik cap, mengambil malam dan menutup pola motif pada kain sesuai sketsa yang telah ditentukan. Menentukan warna celup. Mencelup kain batik sesuai dengan warna yang telah ditentukan. Melorod melepaskan malam dengan cara merebus kain pada air mendidih, dibilas dan diangin-angin. Untuk proses pewarnaan lebih daripada 1 warna, langkah kerja mulai dari menggambar dangan canting atau cap hingga melorod diulang sesuai dengan jumlah warna. 3. Teknik Membentuk Kerajinan Tekstil Produk kerajinan tekstil sangat beragam. Namun, secara umum, pembentukan kerajinan tekstil dilakukan dengan memotong dan menyambung bahan. Pemotongan diawali dengan penggambaran pola sesuai dengan bentuk dan ukuran produk kerajinan tekstil yang dirancang. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan gunting khusus kain, untuk kemudahan pemotongan dan menghasilkan potongan yang rapi. Ingatlah selalu untuk memotong bahan sedikit lebih besar daripada pola, untuk memberikan ruang penyambungan. Penyambungan bahan dapat dilakukan dengan teknik jahit, manual, teknik jahit dengan menggunakan mesin jahit, dan penggunaan lem. Teknik penempelan dengan lem hanya digunakan untuk kebutuhan tertentu saja, misalnya penempelan aksesori dengan syarat kain atau bahan tekstil cukup tebal atau rapat dan lem cukup kental sehingga lem tidak menembus kain. iv. Teknik Dekorasi Dekorasi Tekstil adalah teknik menghias tekstil dengan cara memberikan motif atau hiasan pada tekstil. Teknik yang digunakan ada bermacam-macam yang bertujuan untuk menambah keindahan pada dekorasi diantaranya adalah sulam dan bordir. Sulam dan bordir selama ini menjadi unsur estetis sebagai perannya dalam mempercantik tampilan kerajinan tekstil. Keduanya jika dilihat memiliki tampilan yang sama, namun sebenarnya keduanya berbeda. Teknik pembuatan bordir dilakukan menggunakan mesin. Sedangkan sulam adalah hiasan yang dibuat di atas kain menggunakan jarum jahit dan dilakukan dengan tangan. Terdapat berbagai jenis mesin bordir yang sering digunakan, namun tidak ada mesin sulam. Karena sulam pada dasarnya adalah mengaplikasikan tusuk jelujur, tusuk kelim, tusuk rantai, dan tusuk silang. Selain itu bahan yang digunakan pun berbeda, mulai dari benang yang digunakan untuk menyulam hingga jenis kainnya, seperti wol, linen, sutra, katun, rayon, dan lainnya. Dalam tekniknya mengaplikasikan sulam tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama, karena dibutuhkan ketelitian, serta kreativitas. Jika dibandingkan dengan bordir tentunya lebih cepat dan mudah, karena mengunakan mesin. Teknik Sulam Teknik sulam adalah seni membuat hiasan motif dengan memadukan dekorasi sulaman pada kain dengan alat jarum dan benang. Dekorasi sulam pada kain tenun di antaranya dengan menambahkan benang emas dan manik-manik kaca cermuk. Selain benang, hiasan untuk sulaman dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet. Sulaman dilakukan dengan menjahitkan benang sulaman atau benang emas pada kain dasar yang dipola. Kain dasar dijepit kencang pada suatu bingkai yang terbuat dari sejenis kayu tipis yang terdiri dari dua buah lingkaran. Lingkaran pertama diletakkan di bagian dalam dan lingkaran kedua dibagian luar. Pada sambungan lingkaran dipasang sekrup yang dinamakan dengan β€œram” berfungsi seperti pembidang. Kain yang akan disulam direntangkan pada lingkaran tadi, dijepit diantara dua lingkaran diantara ram dan dikencangkan dengan memutar skrup. Setelah kain renggang, dimulailah menjahit motif pada kain melalui tangan-tangan terampil. Dekorasi juga dilakukan dengan memanfaatkan teknik bordir, yaitu teknik sulam yang dikerjakan dengan bantuan mesin jahit modifikasi. Beberapa daerah di Republic of indonesia dikenal dengan kerajinan sulam dan bordirnya, yaitu Tasikmalaya, Sumatra Barat, Gorontalo, Aceh, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Proses sulam atau bordir adalah sebagai berikut. Menyiapkan kain yang akan disulam atau dibordir. Menentukan pola sulam/bordir atau motif atau ragam hias. Menjiplak pada kertas minyak dengan menggunakan spidol atau balpoin. Menjiplak ke atas kain dengan menggunakan kertas karbon. Menyiapkan kain pada gelang ram atau pamidangan dengan meregangkan kain sampai ketegangan maksimum. Kain siap untuk disulam atau dikerjakan dengan teknik bordir. Teknik kerajinan pengolahan kerajinan tekstil dapat dilakukan berupa pembentukan bahan, pembuatan motif dan nishing. Pengolahan bahan serut; pintal; tarik. Pembentukan motif tenun ikat pakan, tenun ikat lungsin, tenun ikat ganda, batik tulis, batik cap, press mesin, sablon tangan, batik kombinasi, songket, sasirangan, dan lain-lain. Pada tahap nishing dikanji; kerawang; aplikasi kain; aplikasi manik; aplikasi payet; aplikasi prada; aplikasi hiasan logam; aplikasi kerang-kerangan, dan lain-lain. Kita dapat menghasilkan karya tekstil yang inovatif dan unik dengan kreativitas kita mengolah tekstil dengan teknik-teknik tersebut, secara khusus ataupun mencampurkan beberapa teknik.

membuat bahan tekstil bisa dilakukan dengan alat