Jamaah Tabligh merupakan sebuah gerakan keagamaan yang mempunyai konsep gerakan dengan cara dakwah dan tabligh. yakni keluar dari rumah ke rumah, dari kampung satu ke kampung yang lain dan bahkan ke luar negeri. Konsep Khuruj dalam aplikasinya terdiri dari tiga tahap, yakni 3 hari dalam sebulan, 40 hari dalam setahun, dan 4 bulan sekali
Jikayang tanya, 'macam mana boleh kena covid-19, Ini saya bagitau secara details. Awal bulan Mac ada beberapa orang jemaah tabligh Thailand yang berkunjung ke surau berdekatan rumah. Abah memang sering ke surau tersebut. Disebabkan abah pun dah mula menyertai tabligh, maka abah suka bercampur dengan jemaah-jemaah tabligh yang datang ke surau ni
MayoritasJamaah Tabligh Indonesia mengaku bersalah tapi tidak disertai Saturday,8 Ramadhan 1443 / 09 April 2022 Jadwal Shalat. Mode Layar. Al-Quran Digital Nabi Muhammad Muslimah Kisah Fatwa Mozaik Kajian Alquran Doa hadist. Internasional. Timur tengah Palestina Eropa Amerika Asia Afrika Jejak Waktu Australia Plus DW. Ekonomi.
Pria bernama asli Deri Guswan Pramona ini lahir di Saniangbaka, Sumatera Barat, pada 1 Agustus 1978. Derry yang sempat lama bermain musik di Bandung dan Jakarta, pada akhirnya memilih hijrah ke Pulau Dewata, untuk mendalami keislaman dan memulai karier. Dirinya merasa damai dengan Islam saat berada di kampung turis tepatnya di Legian, Kuta.
Menurut Jamaah Tablig, khuruj adalah metode dakwah yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW. Khuruj adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah. Biasanya dilakukan dari rumah ke rumah dan dari masjid ke masjid dengan berjalan kaki dan dipimpin oleh seorang Amir (pimpinan halaqah). Orang yang khuruj tidak boleh meninggalkan masjid, tanpa
Jamaah Tabligh telah diasakan pada November 1926 (Bersamaan Jamadil Awwal 1345) oleh Maulana Ilyas Kandhelwi, seorang Guru Madrasah berusia 40 tahun yang memiliki keresahan dan kerisauan yang membara terhadap kondisi massa umat Islam. Tatkala November 2023 (Jamadil Awwal 1445), Jamaah Tabligh akan mencapai usia 100 tahun menurut Kalender Islam.
Banyak terdapat pengikut Tabligh dari kalangan orang-orang penting dan Ternama. Di Kalangan politisi, ada mantan Presiden Pakistan Rafiq Tarar, Menteri kepala Sindh Dr. Arbab Ghulam Rahim, mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, dan mantan Jendral Pakistan Javed Nasir secara aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Tabligh. Di kalangan olahragawan, ada Shahid Afridi, Saqlain Mushtaq, Mushtaq
JamaahTabligh ( bahasa Urdu: تبلیغی جماعت, ( terj. har. Masyarakat Pengkhotbah, [5] [6] juga diterjemahkan sebagai "jamaah pendakwah") [2] adalah gerakan dakwah Islam Deobandi transnasional [2] [3] [4] yang berfokus pada menasihati umat Islam untuk lebih taat beragama [1] dan mendorong sesama anggota untuk kembali menjalankan agama
Jamaah Tabligh ma al adalah harta, sehingga kelayakan dari segi harta yang sangat berhubungan dengan nafkah sehari h ari keluarga yang ditinggalkan adalah hal 12
DariAhmad Ibnu Taimiyah kepada penerima surat ini, kaum muslimin yang tergolong Ahlussunnah wal Jamaah, yang bernisbat pada jamaah Syeikh al-Arif, seorang panutan, Yang penuh berkah, Adi bin Musafir Al Umawi (Scan kitab klik di sini) وَلِهَذَا كَثُرَ فِيكُمْ مِنْ أَهْلِ الصَّلَاحِ وَالدِّينِ..
Contoh soal bahasa Inggris kelas 1 SD Kali ini akan dibagikan kumpulan latihan soal pelajaran bahasa Inggris untuk kelas 1 SD pada semester 1 dan 2.
Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung . Kabupaten Berau', e-Journal Sosiatri-Sosilogi, Jamaah Tabligh seringkali dianggap cenderung mengesampingkan perempuan atau memposisikan dalam wilayah
Unit-unit tablig itu dikenal sebagai halaqah (kelompok). Mereka akan mengunjungi sebuah kampung, mengundang kaum Muslim setempat untuk berkumpul di masjid, atau suatu tempat pertemuan lainnya. Lalu, mereka menyampaikan pesan dakwah Islamiyah, salah satunya menyampaikan enam tuntunan.
Pencariananggota Jamaah Tabligh di India dilakukan selama 24 jam nonstop. Menkes India Buru 500 Orang Ikut Acara Jamaah Tabligh | Republika Online REPUBLIKA.ID
Jamaah Tabligh, sebuah organisasi yang mewarnai keberagaman pelaksanaan ajaran Islam di Indonesia. Dalam penelitian ini penulis mencoba menganalisa tentang Jamaah Tabligh dan Fetisisme, sebuah wacana tentang sudut pandang fetisisme dan keyakinan golongan dengan berbagai sumber rujukan. dengan jalan zikir dan dan doa. Tidak dapat dipungkiri
9sRLLha. Author // Category Artikel Tabligh by chandra in JAMA’AH TABLIGHMereka menghidupkan amalan Nabi secara menyeluruh yakni Dakwah, Taklim wa Ta’allum, dan Tazkiyyah. Sesuai ayat Ya Tuhan kami, utuslah seorang Rasul ditengah-tengah mereka yang berasal dari diri mereka sendiri yang tugasnya membacakan ayat-ayat Engkau DAKWAH, mengajarkan kepada mereka ALKITAB dan ALHIKMAH Taklim wa Ta’allum dan Tazkiyyah Dzikir Ibadah dan Khidmat, Sesungguhnya Engkau Maha Gagah dan Maha Bijaksana AL Baqarah 129Doa di atas adalah doa Nabi Ibrahim ketika selesai membangun Ka’bah sehingga mereka katakan Inilah amalan masjid yang diinginkan Ibrahim membagi waktu khuruj dengan tertib sebagai berikut 4 Jam untuk Dakwah, yang terdiri dari 1. Jaulah Umumi, yakni jumpa seluruh orang kampung2. Jaulah Khususi, yakni jumpa orang perorang sebagaimana kedudukan orang yang didatangi misalnya ulama atau Jaulah Taklimi, yakni mereka berkeliling untuk ajak orang kampung duduk di majlis taklim fadhilah amal yang mereka Jaulah Tasykili, yakni mereka datang ke tempat orang yang ada simpati setelah mendengar bayan-bayan penjelasan Jaulah Ushuli, yakni mereka datang kepada orang yang niat keluar bersamaan dengan kepindahan mereka ke kampung Jam mereka gunakan untuk Taklim, yang terdiri dari 1. Taklim Kitabi2. Taklim Halaqah Al Quran3. Taklim Enam Sifat4. Mudzakarah Adab-Adab Sunah Sehari-hari5. Taklim Infiradi, yakni membaca buku yang mereka bawa di luar amalan ijtima’i4 Jam Mereka gunakan untuk Dzikir Ibadah, yang terdiri dari 1. Sholat berjamaah2. Sholat-sholat sunnah3. Dzikir Pagi Petang4. Sholat Tahajud dan Doa Hidayah dimalam hari5. Tilawah Al Quran6. Doa-doa masnunah4 Jam mereka gunakan untuk Khidmat, yang terdiri dari 1. Khidmat kepada Amir2. Khidmat kepada Jemaah3. Khidmat kepada orang kampung4. Khidmat kepada diri sendiriSemuanya menyita waktu 16 Jam. Sedangkan sisanya digunakan 6 jam untuk tidur dan 2 jam untuk MCK dan keperluan pribadi mereka keluar ikut tertib dengan iktu kepada amalan ijtima’I secara full, maka biasanya dengan izin Allah mereka mendapat Ishlah setelah pulang. Bisa jaga shalat berjamaah dan muamalah dan mu’asyarahnya menjadi lebih orang keluar di jalan Allah disebabkan mereka tidak ikut tertib sehingga tak ada Ishlah dan setelah itu sulit diperbaiki lagi dan jadi HIJAB bagi manusia lain untuk dapat Perkara yang menyebabkan seorang sukses keluar di jalan Allah 1. Keluar dengan mentaati Amir2. Keluar dengan tertib di dalam Ijtimaiyyat3. Keluar semata karena Allah SWTApabila orang keluar dengan 3 hal tersebut maka Allah akan beri kepada mereka 2 perkara 1. Dicabut sifat binatang dari diri mereka2. Doa mereka akan dikabulkan sebagaimana doa banyak bukti perubahan yang terjadi pada orang yang keluar di jalan Allah, mereka yang sebelumnya orang yang rusak agamanya atau sampah masyarakat. Preman, Koruptor, Bandar Narkoba, Artist Pejabat, Anak Menteri, Polisi, Tentara, dsb yang sebelumnya jauh dari agama, mereka kini menjadi Pendakwah, bukan hanya diri mereka baik tapi mereka juga fikir orang lain untuk menjadi ketika Amir mereka Syaikh Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawi Rah A dikritik orang katanya Jemaah Tabligh hanya Amar Makruf saja tak ada Nahi mungkar. Maka Beliau katakan Hadits yang menyebutkan “Jika kamu lihat kemungkaran maka Fal Yughayyir’ yakni rubahlah bukan hancurkanlah maka lihatlah oleh kalian !! Perubahan hidup mereka dari maksiat kepada SIFAT JEMAAH TABLIGHYang menarik dari Enam Sifat Jemaah Tabligh merupakan ciri kas mereka yang tidak dimiliki oleh Harokah lain. Bahkan Enam Sifat seperti kode untuk membedakan mereka dengan yang lain. Untuk masuk Negara Israel misalnya kebanyakan gerakan Islam tidak boleh tetapi Jemaah Tabligh tak bisa dibendung kehadirannya di Israel karena mereka gunakan Jemaah yang berasal dari negeri yang ada hubungan Diplomatik dengan Israel yakni Singpura, Australia, bedakan Jemaah Tabligh atau bukan maka orang Israel uji mereka di Bandara dan Perbatasan dengan SIX POINT / ENAM menakjubkan banyak ahli Jemaah mereka yang orang-orang Arab, Yordan, Yaman yang sebelumnya menganut WAHABI yakni yang tak mau menerima sesuatu yang tidak ada tuntunan dari AL Quran dan As Sunnah, ketika salah seorang ditanya kenapa terima Enam Sifat ? Mereka katakan bahwa Enam Sifat ada dalam Surat Thaha yakni pesan Allah SWT kepada Nabi Musa as sebelum dakwah kepada Fir’aun, Samiri, Hamman, Baslam, Sesungguhnya Aku Allah tiada Tuhan selain Aku maka sembahlah Aku2. Dirikan Sholat untuk iangat Aku3. Pergilah kamu dan saudaramu Harun as dengan ayat-ayat Ku dan jangan lupa untuk ingat Berkatalah kepada Firaun dengan lemah lembut5. Aku pilih engkau untuk diri Ku6. Pergilah kamu kepada Firaun karena dia telah melampaui batasENAM SIFAT1. Yakin terhadap hakikat kalimah La ilaha illa Allah2. Shalat Khusyu’ wal Khudu’3. Ilmu ma’a Dzikir4. Ikramul Muslimin Akhlaq terhadap orang Islam dan Adil terhadap orang Kafir seperti ucapan lemah lembut kepada Firaun5. Tashhiihunniyah Amal Semata karena Allah6. Dakwah dan TablighLihatlah tuan-tuan point enam sifat di atas adakah yang ikhtilaf dengan Al Quran dan TABLIGH SELESAIKAN MASALAH UMMAT DENGAN AMALAN MASJIDDari Surat Al Baqarah 129 terlihat doa Nabi Ibrahim di Ka’bah / di masjid memohon amal Nabi yakni Dakwah, Taklim, dan Tazkiyyah. Hal ini untuk menghilangkan panyakit asal manusia yakni 1. Takut kepada selain Allah karena ketika manusia hadir di dunia langsung berhubungan dengan kekuatan makhluk, sedangkan Allah menyempurnakan diri untuk uiji Hidup dengan cara kebiasaan sendiri, karena untuk atasi keadaan hidup yang keras mereka usaha bagaimana bisa bertahan sehingga ketika berhasil maka diyakini sebagai cara hidup yang baik adat.3. Memakai hukum selain yang diturunkan Allah SWT, karena berhasil mengatasi persoalan hidup, maka dibuatlah menjadi suatu Nabi berfungsi untuk 1. DAKWAH untuk memasukkan Iman Yakin kepada manusia sehingga keluar kebesaran makhluk dan masuk kebesaran Allah TAKLIM untuk mengenalkan cara hidup anbiyasehingga merubah cara hidup adat menjadi cara hidup secara TAZKIYAH mensucikan kehidupan manusia dari dosa ketika jumpa dengan Allah. Di zaman Nabi penzina, pencuri, pemabuk datang kepada hukum Islam untuk minta disucikan. Sehingga hukum tegak bukan cari pelaku maksiat tetapi orang datang kepada hukum untuk Ilyas Rah A katakan amalan masjid / amalan Nabi yakni 1. Dakwah2. Taklim wa Ta’allum3. Dzikir Ibadah4. Khidmat4 Penyakit yang menjangkiti Umat 1. Hubbuddunya Cinta Dunia2. Bodoh dalam agama Tidak tahu hukum3. Maksiat kepada Allah Ijtima’i bersama-sama4. Senang berpecah Pengobatannya 1. Jadikan dakwah sebagai maksud hidup umat2. Taklim wa Ta’allum3. Dzikir Ibadah Sholat mencegah Fahsya dan Mungkar4. Khidmat kepada orang IslamPROGRAM JAULAHJaulah adalah tulang belakang Dakwah,karena semua anbiya’ mengadakan jaulah / keliling jumpa manusia. Jaulah merupakan kumpulan usaha / amal Nabi yang dikerjakan dalam waktu bersamaan, yakni Dakwah, Taklim, Dzikir Ibadah, dan dibagi menjadi 2 bagian yakni Di luar dan di dalam masjid hidupkan amalan Taklim dengan cara taqrir menulang-ulang pentingnya amal agama dan kerja agama, Dzikir dikerjakan oleh seorang atau lebih mudzakir, dan khidmat dikerjakan oleh seorang atau lebih yang di luar Dalam surat Yasin diceritakan tentang jaulah Habb Annajar dimana beliau disyahidkan saat buat Kami utus dua orang Mutakallim dan Amir QS Yasin 14Maka Kami kuatkan dengan yang ketiga makmur QS Yasin 14Dan datanglah seseorang dari pinggiran kota dengan tergesa-gesa Dalil QS Yasin 20Dengan dalil yang kuat serta adab-adab yang tinggi maka jaulah merupakan asbab hidayah bagi manusia, banyak orang yang terkesan dengan cara jaulah ini. Mereka datangi para pemabuk, rumah orang kaya, orang miskin, orang sakit, orang lapar, dll tak kesan dengan keadaan mad’u nya.
Bulan Dzulhijjah adalah bulannya orang haji. Bulan di mana tamu-tamu Allah memenuhi panggilan-Nya. Mereka berdatangan dari segala penjuru dunia untuk menunaikan rangkaian manasik haji. Di antara yang paling ditunggu oleh para jamaah haji adalah saat sampai di tanah haram mulia Makkah. Karena di tempat inilah seseorang diberi rasa aman, dilipatgandakan pahala amal ibadahnya, dan kelak diselamatkan dari siksa ulama menganjurkan, saat orang yang berihram haji/umrah sampai di tanah haram, hendaknya membaca doa berikut iniاللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَعِزَّةً وَمَهَابَةً وَزِدْ مِنْ شَرَفِهِ وَعَظِّمْهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوْ اِعْتَمَرَهُ، تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمَا وَبِرًّا، اَللهم هَذَا حَرَمُكَ فَحَرِّمْ لَحْمِيْ وَدَمِيْ عَلَى النَّارِ، اللهم قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، اللهم آمِنِّيْ مِنْ غَضَبِكَ وَعِقَابِكَAllâhumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dhîman wa izzatan wa mahabatan, wa zid min syarafihi, wa adh-dhimhu mimman hajjahu au i’tamarahu, tasyrîfan wa ta’dhîman wa takrîman wa birran. Allâhumma hâdza haramuka fa harrim lahmî wa damî alan-nâr. Allâhumma qinî adzâbaka yauma tab’atsu ibâdaka. Allâhumma âminnî min ghadlabika wa “Ya Allah, tambahkanlah Baitullah ini kemuliaan, keagungan dan kewibawaan, tambahkanlah kemuliannya, agungkanlah ia dari orang yang haji atau umrah menujunya, muliakan, agungkan dan baguskan. Ya Allah, ini adalah tanah haram-Mu, maka haramkanlah daging dan darahku atas neraka. Ya Allah, jagalah aku dari siksa-Mu, di hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Ya Allah, amankanlah aku dari kemurkaan dan siksaMu.”Demikianlah doa saat jamaah haji/umrah sampai di tanah haram yang dikutip dari kitab al-Wasail al-Syafi’ah karya al-Alim al-Allamah al-Muhaddits Muhammad bin Ali Khirid al-Alawi al-Husaini al-Tarimi Dar al-Hawi, cetakan kedua tahun 1999, hal. 238. Semoga menjadi haji yang mabrur, di terima Allah ﷻ. M. Mubasysyarum Bih
Jawapan Para Sahabat Keluar ke Jalan Allah Sebanyak 150 jemaah telah dihantar dari Madinah dalam masa 10 tahun tersebut. Baginda sendiri telah menyertai 25 daripada jemaah-jemaah tersebut. Sebahagian jemaah tersebut terdiri daripada 10,000 orang, ada yang 1,000 orang, 500 orang, 300 orang, 15 orang, 7 orang dan sebagainya. Jemaah-jemaah ini ada yang keluar untuk 3 bulan, 2 bulan, 15 hari, 3 hari dan sebagainya. 125 jemaah lagi sebahagiannya terdiri daripada 1000 orang, 600 orang, 500 orang dan sebagainya dengan masa 6 bulan, 4 bulan dan sebagainya. Sekiranya kita menghitung dengan teliti maka akan didapati purata masa yang diberikan oleh setiap sahabat untuk keluar ke jalan Allah dalam masa setahun ialah antara 6 hingga 7 bulan. Petikan Bayan Maulana Yusuf USAHA RASULULLAH SAW DAN SAHABAT RA DALAM KEHIDUPAN MADINAH Sahabat keluar 5 tahun Pada tahun 627M satu rombongan sahabat-sahabat Nabi yang diketuai oleh Wahab bin Abi Qabahah dikatakan telah mengunjungi Riau dan menetap selama 5 tahun di sana sebelum pulang ke Madinah dipetik dari kitab 'Wali Songo dengan perkembangan Islam di Nusantara', oleh Haji Abdul Halim Bashah, terbitan Al Kafilah Enterprise, Kelantan, 1996, m/s 79, bab 9, ISBN 983-99852-8-0 Sahabat keluar 6 bulan Bara meriwayatkan bahawa Rasulullah telah mengutus Khalid ibne-Walid kepada penduduk Yamen untuk mengajak mereka masuk Islam. Bara berkata Aku juga termasuk dalam jamaah itu. Kami tinggal di sana selama 6 bulan. Khalid kerap mengajak mereka untuk masuk Islam, tetapi mereka menolak ajakannya. Kemudian Rasulullah mengutus 'Ali ibne-Abi Talib ke sana dan memerintahkan kepada Khalid untuk kembali dengan seluruh jamaah kecuali salah seorang dari jamaah Khalid yang mahu menemani Ali maka ia boleh ikut serta dengan Ali Bara berkata Akulah yang menemani Ali selama di sana. Ketika kami betul-betul dekat dengan penduduk Yaman, maka mereka keluar dan dan datang kehadapan kami. Lalu Ali mengatur saf mereka untuk mengerjakan solah dan Ali yang menjadi imam dalam solah kami. Selesai solah, Ali membacakan isi surat Rasulullah kepada mereka. Setelah mendengar isi surat Rasulullah itu maka seluruh Bani Hamdan masuk Islam. Kemudian Ali menulis surat kepada Rasulullah yang kandungannya memberitahukan tentang keislaman mereka kepada baginda. Setelah isi surat tersebut dibacakan kepada Rasulullah maka baginda langsung sujud syukur kepada Allah Setelah mengangkat kepala, baginda berdoa Keselamatan bagi Bani Hamadan. Keselamatan bagi Bani Hamadan. Bukhari, Baihaqi, Bidayah-wan-Nihayah Dipetik dari kitab Muntakhab Ahadith, bab Dakwah dan Tabligh, hadith 108 Keluar 4 bulan Ibn Juraij berkata “Ada seseorang yang menceritakan kepada saya bahawa pada suatu malam ketika Umar sedang berkeliling ghast/jaulah di sekitar lorong-lorong kota Madinah, tiba-tiba beliau mendengar seorang wanita sedang mengungkapkan sya’ir Betapa panjang malam ini dan betapa gelap di sekelilingnya. Daku tidak boleh tidur kerana tiada yang tersayang yang boleh ku ajak bercumbu. Andai bukan kerana takut berdosa kepada Allah yang tiada sesuatu pun dapat menyamaiNya, sudah pasti ranjang ini goyang oleh yang lainnya. Ketika Umar mendengar syairnya itu, maka dia bertanya kepada wanita tersebut, “Apa yang terjadi padamu?” Wanita itu menjawab, “Saya sangat merindukan suami saya yang telah meninggalkan saya selama beberapa bulan.” Umar betanya, “Apakah kamu bermaksud melakukan hal yang buruk?” Wanita itu menjawab, “Saya berlindung kepada Allah.” Umar berkata, “Kuasailah dirimu! Sekarang saya akan mengutus orang untuk memanggil suamimu.” Setelah itu Umar bertanya kepada anak perempuannya Hafsah “Aku akan bertanya padamu mengenai sesuatu masalah yang membingungkan aku, mudah-mudahan kamu boleh memberi jalan keluar untukku. Berapa lama seorang wanita mampu menahan kerinduan ketika berpisah dari suaminya?” Mendengar pertanyaan itu, Hafsah menundukkan kepala merena merasa malu. Umar berkata, “ Sesungguhnya Allah tidak pernah merasa malu dalam hal kebaikan.” Hafsah menjawab sambil berisyarat dengan jari tangannya, “Tiga sampai empat bulan.” Kemudian Umar menulis surat kepada setiap amir pimpinan pasukan tentera Islam supaya tidak menahan anggota pasukannya lebih dari 4 bulan.” Riwayat Abdur Razzaq dalam kitab Al-Kanz Jilidl VIII, m/ Ibnu 'Umar mengatakan bahawa pada suatu malam Umar keluar untuk melihat ehwal orang ramai, tiba-tiba beliau mendengar seorang wanita sedang bersya’ir Betapa panjang malam ini dan betapa gelap di sekelilingnya. Aku tidak boleh tidur kerana tiada yang tersayang yang boleh ku ajak bercumbu. Kemudian Umar bertanya kepada Hafsah “Berapa lama wanita dapat bertahan tidak bertemu dengan suaminya?” Hafsah menjawab, “Enam atau empat bulan.” Maka Umar berkata, “Untuk selanjutnya saya tidak akan menahan tentera lebih dari masa itu.” Hr. Baihaqi dalam kitabnya jilid IX m/s 29 [seperti yang dipetik dari kitab Hayatus Sahabah, bab Al-Jihad] Keluar 40 hari "Seorang lelaki telah datang kepada Saiyidina Umar ibnu Khattab maka Saiyidina Umar pun bertanya Di manakah engkau berada? Dijawabnya Saya berada di Ribat. Saiyidina Umar bertanya lagi Berapa hari engkau berada di Ribat itu? Jawabnya tiga puluh hari. Maka berkata Saiyidina Umar Mengapa kamu tidak cukupkan empat puluh hari? Kanzul Ummal, Juzuk 2 muka surat 288, dipetik dari kitab 'Risalah ad Dakwah - Apa itu Dakwah Tabligh', susunan Hj. Abdul Samad Pondok Al Fusani Thailand, terbitan Perniagaan Darul Khair, 1988 Keluar 3 Hari Daripada Ibnu Umar berkata Nabi telah memanggil Abdul Rahman bin Auf lalu bersabda Siap sedialah kamu, maka sesungguhnya aku akan menghantar engkau bersama satu jama'ah maka menyebut ia akan hadis dan katanya Maka keluarlah Abdul Rahman hingga berjumpa dengan para sahabatnya, maka berjalanlah mereka sehingga sampai ke suatu tempat pertama bernama Daumatul Jandal, maka manakala ia masuk ke kampung itu ia mendakwah orang-orang kampung itu kepada Islam selama tiga hari. Manakala sampai hari yang ketiga dapat Islamlah Asbagh bin Amru al Kalbi dan adalah ia dahulunya beragama Nasrani dan ia ketua di kampung itu. Hadith riwayat Darul Qutni, dipetik dari kitab 'Risalah ad Dakwah - Apa itu Dakwah Tabligh', susunan Hj. Abdul Samad Pondok Al Fusani Thailand, terbitan Perniagaan Darul Khair, 1988 Fatwa Ulama Oleh Mufti Ebrahim Desai, Darul Ifta, Madrasah In'aamiyyah, Camperdown, South Africa. Istilah, 'Tashkil' yang biasa digunakan dalam Jamaah Tabligh, bermaksud menyeru orang ramai kaum Muslimin untuk memberi masa mereka, untuk keluar ke Jalan Allah bagi tujuan pengislahan diri dan membuat kerja dakwah dan tabligh dalam jangka masa tertentu, seperti 3 hari, 10 hari, 15 hari, 40 hari, 4 bulan, 7 bulan, 1 tahun dan sebagainya. Jangkamasa tersebut bukan satu kemestian tapi ianya hanya dianjurkan seperti mana seseorang yang mengikuti kursus kecemasanfirst aid, misalnya, dianjurkan untuk mengikuti kursus praktikal selama sebulan. Walaupun tidak bermakna yang dia terus akan jadi doktor pakar, sekurang-kurangnya dia tahu apa yang perlu dia lakukan semasa kecemasan. Begitu juga, seseorang yang keluar ke Jalan Allah selama 3 hari, atau 40 hari, atau 4 bulan dan sebagainya, bukan bermakna dia telah menjadi seorang yang ahli atau pakar dalam Syariah, tapi sekurang-kurangnya dia tahu apa kehendak-kehendak asas dalam Syariah. Lebih lama masa yang dia berikan untuk keluar ke Jalan Allah, lebih banyak dia akan belajar dan menyempurnakan dirinya sebagai seorang Mukmin. Jangkamasa keluar tersebut bukanlah kriteria yang diwajibkan mengikut Syariah.. Dan Allah Maha Mengetahui. Mufti Ebrahim Desai, FATWA DEPT, Jawapan No. 2611 Mereka berkata Orang-orang Tabligh membuat bida’ah berupa keluar di jalan Allah secara berjemaah dan membatasi masa keluar 3 hari, 40 hari dan 4 bulan. Kami katakan Sesungguhnya keluar untuk memperbaiki diri adalah seperti keluar untuk menuntut ilmu dan hidayah. Juga seperti keluar untuk mendakwah manusia kepada Allah dan mengajar mereka hal-hal yang bermenafaat di dunia dan akhirat. Semuanya itu adalah keluar di Jalan Allah, apabila di landasi niat yang benar dan untuk mengapai redha Allah bukan untuk memperolehi harta dan penghormatan atau untuk hiburan, permainan dan kebatilan. Adalah termasuk kelakuan bodoh atau pura-pura bodoh apabila ada orang yang mengingkari keluarnya Jemaah Tabligh untuk kepentingan hidayah bagi manusia, mengajar mereka, memperbaiki diri mereka dan mendidik rohani mereka. Padahal Rasulullah bersabda, “Sepetang atau sepagi keluar di jalan Allah, lebih baik daripada mendapatkan dunia dan segala isinya. Juga sabda Rasulullah “Barangsaiapa mendatangi masjid ini, semata-mata untuk kebaikan yang ia ajarkan atau ia pelajari, laksana mujahid fi sabilillah.” Dan banyak lagi hadith sahih dan hassan yang mengajarkan dan memberi semangat untuk keluar di Jalan Allah. Alangkah ajaibnya perkataan mereka bahawa keluarnya Jemaah Tabligh adalah bida’ah! Dan lebih ajaib lagi mereka berhujah terhadap “keluar fi sabilillah secara berjemaah adalah bida’ah” dengan jangkaan mereka bahawa Rasulullah mengirimkan Mu'az ke Yaman bersendirian saja dan tidak berjemaah. Mereka lupa atau tidak tahu bahawa Rasulullah tidak mengirimkan Mu'az sendirian tetapi mengirimkan Abu Musa Al Asy’ary bersamanya. Baginda bersabda kepada keduanya, “Gembirakanlah mereka dan jangan kalian buat mereka lari. Mudahkan mereka dan jangan kalian menyusahkan. Bertolong-tolonglah kalian dan jangan berselisih.” Juga beliau mengirimkan Ali bin Abi Talib dan Khalid bin Sa’id bin al Ash Bersama mereka baginda mengirimkan rombongan besar untuk dakwah, ta'lim dan memutuskan perkara diantara manusia. Tentang pembatasan masa keluar yang mereka katakan sebagai Bidaah, adalah peraturan dakwah sebagaimana peraturan sekolah dan universiti yang mengenal batasan masa belajar dan kerehatan, untuk menyiapkan bekal dan perbelanjaan selama masa keluar. Apakah dengan demikian, orang-orang Tabligh dianggap membuat bida’ah kerena mereka mengatur hari-hari untuk kepentingan dan khuruj fi sabilillah keluar di jalan Allah? Alhamdulillah. Ditulis oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy, Mudir di Masjid Nabawi dan Universiti Madinah Al-Munawarrah Dipetik dari buku “Menyingkap Tabir Kesalahfahaman Terhadap Jemaah Tabligh Abu Abil Hasan bekas pelajar Darul Uloom Faisalabad Pakistan menulis Dakwah dan Tabligh ialah kerja para Anbiya. Dan inilah juga usaha yang telah dipertanggungjawabkan oleh Allah kepada seluruh umat Islam. Maksud kepada usaha ini ialah supaya seluruh manusia dapat mengamalkan keseluruhan agama. Usaha untuk menghidupkan agama ini tidak memadai dengan hanya memberi masa 3 hari 40 hari dan 4 bulan. Bahkan harus berjuang dan berjihad seumur hidup kita. Ini telah dijelaskan oleh Allah SWT didalam al-Qur’an Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri mereka dan harta mereka dengan balasan syurga untuk mereka disebabkan mereka berperang dijalan Allah maka diantara mereka ada yang membunuh dan terbunuh. Balasan Syurga yang demikian ialah sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah didalam Taurat Injil dan Al-Qur’an; dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu bergembiralah dengan jualbelinya itu dan ketahuilah bahawa jualbeli yang seperti itu ialah kemenangan yang besar. At-Taubah ayat 111. Dalam ayat yang tersebut diatas Allah telah membeli dan meminta keseluruhan hidup orang-orang mukmin dan harta mereka untuk berjuang menegakkan agama Allah. Bukan setakat 4 bulan 40 hari sahaja. Tetapi malangnya pada hari ini umat Islam untuk melaksanakan satu perintah Allah yang paling besar iaitu sembahyang yang hanya mengambil masa beberapa minit sahaja pun sudah tidak ada masa kerana sibuk dengan fikir dan kerja-kerja dunia. Apa lagi untuk keluar seumur hidup. Umat hari ini telah jauh daripada agama. Kemampuan yang ada pada mereka juga berbeza-beza. Melalui panduan Al-Qur’an dan Hadith, para Ulama’ dan masyaikh di dalam jemaah ini telah menetapkan nisab yang mampu diikuti oleh setiap umat Islam. Memanglah tidak ada ayat Al-Qur’an yang memerintahkan untuk keluar bertabligh selama 4 bulan dan 40 hari tetapi bilangan dan angka ini banyak terkandung didalam Al-Qur’an dan hadith. Kenapakah angka-angka ini tercatit didalam Al-Qur’an dan Hadith? Sudah pasti ada hikmahnya di sebalik angka itu. Disini saya nukilkan beberapa riwayat dan pandangan Ulama’ betapa hikmahnya bilangan hari-hari tersebut. 1. Hikmah keluar tiga hari i. Suasana amat mempengaruhi seseorang itu. Seorang yang duduk di dalam suasana Iman dan akhlak yang baik dan dipenuhi dengan ibadat dalam masa tiga hari sudah pasti akan membenihkan satu suasana dan kejernihan hati didalam sanubari seseorang itu. Di zaman Nabi orang-orang kafir yang ditawan akan dikurung didalam masjid. Tujuannya ialah supaya mereka dapat melihat amalan-amalan orang Islam didalam masjid. Didalam Sahih Bukhari jilid kedua bab Maghazi dinukilkan bahawa seorang lelaki bernama Sumamah bin Ausal dari banu Hanafiah telah ditawan dan diikat didalam masjid Nabawi. Selama 3 hari beliau telah melihat amalan orang Islam yang sibuk dengan amalan dakwah. belajar dan mengajar. beribadat dan berkhidmat diantara satu sama lain. Hari yang pertama beliau ingkar untuk menerima Islam. Begitu juga pada hari yang kedua. Pada hari yang ketiga baginda Rasulullah telah membebaskannya. Setelah dibebaskan dari tawanan beliau merasai sesuatu didalam hatinya lantas beliau mandi dan datang semula ke masjid Nabawi dan bertemu dengan baginda Rasulullah dan terus memeluk agama Islam. Betapa besarnya perubahan pada diri Sumamah yang amat berkesan dengan amalan masjid pada ketika itu. Dalam masa tiga hari menjadi sumber hidayat kepadanya. ii. Jemaah-jemaah yang dihantar oleh baginda Rasulullah atas maksud dakwah atau berjihad akan diberi penerangan tertib dan usul bagaimana untuk berdakwah dan berperang. Diantaranya ialah • Jangan memerangi mereka sebelum diberi dakwah selama 3 hari. • Jangan membunuh kanak-kanak. wanita dan orang-orang tua yang lemah dikalangan mereka. • Jangan membuat kerosakan pada harta benda. tanam-tanaman dan membunuh binatang ternakan. Kenapa baginda memberi tempoh selama 3 hari dengan memberikan dakwah terlebih dahulu sebelum memulakan peperangan? Ini ialah pengajaran daripada baginda Rasulullah bahawa didalam Islam tidak ada peperangan tanpa memberi dakwah terlebih dahulu. Melalui amalan dakwah selama 3 hari ini orang-orang kafir akan melihat muamalah dan akhlak orang-orang Islam terhadap orang kafir sendiri. Ini sudah pasti akan mempengaruhi jiwa mereka dan memeluk agama Islam. Kisah ini terkandung didalam Hayatus Sahabah dimana baginda Rasulullah telah menghantar Abdul Rahman bin Auf ke satu tempat bernama Daumatul Jandal sebagaimana berikut Sehingga beliau sampai ke Daumatul Jandal lantas beliau mendakwahkan kepada mereka penduduk Daumatul jandal selama tiga hari supaya memeluk agama islam. Maka pada hari yang ketiga Asbagh bin Amar Al Kalbi telah memeluk agama Islam. Beliau ialah seorang nasrani dan ketua di kalangan mereka. iii. Hadzrat Zakaria seorang Nabi yang telah tua. Apabila Allah mahu mengurniakan anak kepadanya beliau bertanya “Wahai Allah apakah tandanya yang engkau akan mengurniakan anak kepadaku sedangkan aku telah tua? Allah menjawab sebagaimana didalam Al-Qur’an Tandanya bagimu kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari kecuali dengan isyarat. Berzikirlah kepada Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah diwaktu pagi dan petang Ali Imran ayat 41 Para mufassirin berkata tanda diterimanya doa Hadzrat Zakaria ialah dia tidak boleh bercakap selama tiga hari kecuali dengan isyarat. Pada masa itu Allah telah memerintahkan Hadzrat Zakaria supaya berzikir sebanyak-banyaknya dan meninggalkan perkataan-perkataan dunia untuk menambah penghampirannya kepada Allah. Daripada ayat ini para ulama’ berpendapat bahawa sekiranya manusia dapat mengasingkan diri keluar dijalan Allah selama tiga hari dengan membersihkan diri dari fakir dunia. meninggalkan percakapan dunia dan menyibukkan diri dengan amalan dakwah. beribadah. belajar dan mengajar dan duduk dalam suasana agama sudah pasti akan memberi kesan didalam hati sanubari seseorang itu. Cinta pada agama akan datang. manusia akan membersihkan diri daripada dosa. bertaubat dan lebih hampir kepada Allah Demikianlah hikmah yang terdapat didalam masa tiga hari. Isyarat dari Al-Qur’an dan athar As-Sahabah inilah yang menjadi saranan oleh ahli jemaah Tabligh supaya setiap orang dapat melapangkan masa selama tiga hari. Disamping itu ia juga akan menimbulkan keghairahan untuk belajar agama dan mengislahkan diri sendiri. Abu Abil Hasan Abn Musa – Soal Jawab Agama Membahaskan Masalah Terkini Dalam Fekah Bahagian Pertama – Klang Book Centre - Cetakan Pertama 2004 – m/s 260 – 266 Dalil dan hikmahnya keluar 40 hari Ramai orang mempersoalkan masalah ini. Dari manakah orang-orang tabligh ini mengambil dalil supaya keluar 40 hari. Sebenarnya bilangan 40 hari ini telah banyak disebut didalam al-Qur’an dan Hadith. Keberkatan yang ada padanya telah jelas apabila Allah sendiri telah memerintahkan Musa supaya menambah bilangan hari untuk bermunajat kepada Allah sebagaimana didalam al-Qur’an. Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa memberi Taurat sesudah berlaku 30 malam dan Kami telah sempurnakan waktu yang telah ditetapkan oleh Tuhannya dengan sepuluh malam. Maka genaplah dari Tuhannya selama empat puluh malam Al A’raf 142 Begitulah juga didalam Surah al Baqarah ayat 51. Allah menyebut dengan janji-Nya kepada Nabi Musa untuk mengurniakan Taurat setelah bermunajat selama empat puluh malam. Didalam hadith baginda banyak sekali menyebut tentang bilangan 40 ini. Diantaranya ialah hadith yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud beliau berkata daku mendengar Rasulullah bersabda Sesungguhnya salah seorang daripada kamu dicipta didalam perut ibu selama 40 hari sebagai nutfah kemudian 40 hari menjadi seketul darah kemudian menjadi segumpal daging kemudian dihantar kepadanya seorang malaikat untuk meniupkan roh dan menulis kepadanya empat kalimat… HR Muslim Dalam hadith yang lain ada dinukilkan bahawa barangsiapa bersembahyang selama 40 hari berjemaah tanpa ketinggalan takbiratul u-la akan mendapat dua jaminan. Satu keselamatan daripada neraka dan kedua bebas dari nifaq. Hazdrat Abdullah bin Abbas berkata dihari kematian anak lelakinya, "lihatlah berapa ramai orang yang berada diluar". Hambanya berkata orang ramai telah berkumpul. “Adakah telah cukup empat puluh orang?” Mereka menjawab “Ya, telah cukup”. Abdullah bin Abbas berkata “hadirilah sembahyang jenazah kamu aku mendengar baginda bersabda mana-mana orang Islam yang meninggal dunia dan disembahyangi oleh 40 orang yang tidak melakukan syirik melainkan telah menjadi hak kepada si mayat bahawa jaminannya pasti diterima”. Dalam hadith yang lain baginda bersabda “Barangsiapa mengikhlaskan dirinya kepada Allah selama 40 hari akan zahir sumber-sumber hikmah daripada hati melalui lidahnya”. Banyak lagi hadith yang seumpama dengan ini yang menunjukkan keberkatan dan keutamaan pada tempoh atau bilangan 40 hari ini. Kita dapat melihat seorang yang keluar dijalan Allah melatihkan dirinya dalam menjalani ketaatan selama 40 hari sudah pasti amalan ini akan terus dilakukan ketika berada di rumah atau dikampungnya. Daripada hadith-hadith dan pandangan nuraniah inilah maka masyaikh dan ulama’ di dalam usaha ini menyarankan supaya setiap orang dapat melapangkan masa selama 40 hari mempelajari usaha dakwah dan mengislahkan diri masing-masing. Abu Abil Hasan Abn Musa – Soal Jawab Agama Membahaskan Masalah Terkini Dalam Fekah Bahagian Pertama – Klang Book Centre - Cetakan Pertama 2004 – m/s 266 –
MEMBELA ISTRI ATAU IBU? Asslamualaikum Terima kasih sebelumnya atas kesediaan memberikan nasehat atau solusi dari masalah saya. Saya adalah seorang bapak dari seorang bayi laki-laki yang masih berumur 15 hari. Saya hidup serumah dengan istri, anak dan ibu saya. Sebenarnya ibu saya juga masih memiliki rumah tetapi di luar kota yang lumayan jauh jaraknya. Ibu saya ikut tinggal serumah karena di rumahnya hanya tinggal sendiri dikarenakan kakak-kakak saya berada di luar pulau. Otomatis saya yang merupakan anak bungsu dan anak yang paling disayang menjadi tumpuan ibu saya. Paling tidak menemani beliau hingga tua. DAFTAR ISI Membela Istri Atau Ibu? Cara Shalat Hajat Yang Benar Tentang Jamaah Tabligh Apakah Doa Nurbuat Dan Sholawat Nariyah Itu Sesat? Hukum Hubungan Intim Suami-Istri Pada Hari Keempat Wafatnya Ibu Hukum Menikahi Wanita Yang Dihamili Harta Waris Peninggalan Ayah Istri Ingin Cerai dengan Suami yang Tak Beri Nafkah Pada awalnya ibu saya kurang setuju dengan pernikahan kami dikarenakan perbedaan adat dan istiadat jawa-keturunan madura meskipun masih sama-sama jawa tapi banyak perbedaan adat yang terjadi. Tetapi didorong oleh kecintaan kepada istri saya dan saya menganggap dia adalah orang yang paling tepat saya nikahi maka saya tetap bertekad menikahi istri saya, meskipun ibu sebenarnya tidak setuju. Saya hanya berniat membangun keluarga yang didasari cinta dan ketulusan, bukan adat ataupun budaya. Di pihak ibu keputusan ini ternyata sangat memukul beliau, dan merasakan kekecewaan yang dalam. Tapi semua itu seakan-akan hilang dengan sendirinya ketika anak laki-laki saya lahir. Masalah baru muncul ketika pada suatu saat ibu saya diharuskan mengurus pensiunannya ke kota asal. Saya sebagai anak laki-laki merasa punya tanggung jawab harus mengantar ibu saya yang memang saya tidak tega jika harus melakukan perjalanan jauh sendirian. Ibu saya mengharap saya bisa menginap selama 2 hari, paling tidak menemaninya semalam karena setelah itu ibu saya harus tinggal sendiri untuk keperluan mengurus pensiunannya. Semula saya setuju dengan permintaan ibu. Ketika hal ini saya utarakan ke istri saya ternyata dia keberatan jika harus ditinggal selama 2 malam. Mengingat anak kami masih baru lahir dan sedang rewel-rewelnya, serta istri saya yang belum sepenuhnya sembuh karena jahitan pasca melahirkan. Istri menginginkan saya hanya 1 malam bermalam karena jika meminta bantuan mertua takut merepotkan karena mertua juga punya tanggungan. Di sinilah terjadi konflik, sebelum saya ungkapkan ke ibu saya jika saya akan bermalam 1 malam saja, ibu saya sudah merasa jika saya keberatan kalau harus bermalam 2 malam. Ibu memarahi saya dan menganggap saya sudah tidak berbakti lagi kepada beliau. Beliau memarahi saya di depan istri dan anak saya sampai terdengar tetangga. Dalam hati saya tidak pernah bermaksud melawan beliau hanya saja saya berusaha adil kepada ibu dan istri saya dan saya lebih memilih istri dan anak saya mengingat anak yang masih baru lahir. Saya hanya berharap maklum beliau tentang keadaan anak istri saya. Di lain sisi ibu masih menganggap saya adalah anak kesayangan beliau yang harus selalu patuh kepada perintahnya. Sementara saya adalah seorang kepala keluarga yang memiliki keputusan sendiri. Perlu diketahui semenjak penikahan kami saya sudah berulang kali bertengkar berbeda pendapat dengan ibu. Ibu sering menceritakan kejelekan dan kekurangan istri kepada saya. Sebagai suami saya sering merasa sedikit sakit hati jika mendengarkan kata-kata beliau yang tidak memaklumi bahwa kami hanya keluarga baru yang masih belajar berkeluarga. Yang masih pada tahap pembelajaran untuk menjadi keluarga sakinah. Otomatis saya juga sering bertengkar dengan istri karena saya dianggap lebih membela ibu. Sebenarnya saya bukan bertujuan membela siap-siapa. Saya hanya berusaha bersikap adil memposisikan ibu dan istri saya. Mohon saran dan solusi siapa yang seharusnya saya bela. Memilih Ibu yang memang saya dan saudara-saudara saya anggap agak sedikit egois atau istri saya yang masih banyak kekurangan? Terima kasih Wassalam... Irfan JAWABAN MEMBELA ISTRI ATAU IBU? Pasangan suami-istri yang berkumpul serumah dengan orang tua memang akan berpotensi konflik terutama apabila orang tua tersebut pada awalnya kurang setuju dengan perkawinan itu sendiri. Langkah termudah sebenarnya adalah tinggal terpisah tidak serumah dengan orang tua. Tidak serumah tidak harus tinggal berjauhan. Bisa saja rumahnya berdekatan atau bertetangga sehingga anda tetap dapat berdekatan dengan ibu. ____________________________________________ CARA SHALAT HAJAT YANG BENAR Assalamu;alaikum ustad, saya ada beberapa pertanyaan 1. saya mau menanyakan perihal Sholat Hajad, setau saya sholat Hajat itu di lakukan jikalau kita mempunyai keinginan, dan banyak versi yang mengatakan cara sholatnya, sebelum salam kita sujud dulu kemudian baca surat al-fatikha 7 kali tampa nafas kemudian salam, apa itu benar ustad, dan bagaiman cara sholat hajad yang baik dan benar serta do'a sesudah sholat hajad? 2. apakah benar kalau kita sudah sholat witir, kita tidak boleh sholat sunnah yang lainnya, seperti tahajud atau sholat hajad ? saya tunggu jawabannya, terima kasih wassalamu'alaikum Diana Wahyu JAWABAN 1. Cara shalat hajat yang benar itu sama dengan shalat sunnah yang lain. Lebih detail lihat Shalat Hajat. 2. Tidak benar. Boleh sholat sunnah apapun setelah shalat witir. Baik itu shalat hajat atau shalat tahajud. Lebih detail lihat Shalat Tahajud dan shalat witir. ____________________________________________ TENTANG JAMAAH TABLIGH assalamualaikum, bagaimana pendapat anda tentang jamaah taklik jamaah tabligh - red? sukran zul herman JAWABAN Jamaah Tabligh adalah gerakan dakwah yang baik. Gerakan ini berasal dari India dan sekarang menyebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Ada kekurangan dari Jamaah Tabligh ini yaitu terkadang anggotanya terlalu memaksakan diri untuk khuruj keluar berdakwah ke luar kota dan luar negara walaupun keuangan mereka tidak mencukupi untuk itu atau walaupun tidak ada nafkah untuk anak istri mereka. Ini yang menjadi kritikan banyak orang pada JT. Bagi yang mampu secara finansial tentunya tidak ada masalah. Di luar itu, gerakan Jamaah Tabligh itu bagus dan mendapat pujian dari banyak ulama, selain ulama Wahabi tentunya. Lebih detail lihat artikel Jamaah Tabligh Gerakan Da'wah ____________________________________________ APAKAH DOA NURBUAT DAN SHOLAWAT NARIYAH ITU SESAT? Assalammualaikum Saya Nuris dari Bogor, mau menanyakan apakah benar Do'a Nurbuat dan Sholawat Nariya itu bukan ajaran dari nabi dan sesat jika di amalkan?? Mohon jawaban nya, terimakasih Wassalamualaikum Nuris Ianti JAWABAN Tidak ada larangan membaca doa nurbuat, shalawat nariyah atau doa-doa dan sholawat yang lain. Lihat detail Hukum Membaca Doa Nurbuat ____________________________________________ HUKUM HUBUNGAN INTIM SUAMI-ISTRI PADA HARI KEEMPAT WAFATNYA IBU Assalamu a'laykum wr, wb. Pak ustadz saya mau bertanya apakah ada hukumnya dalam islam, jika ada seorang anak melakukan hubungan intim dgn istrinya di hari ke empat meninggalnya ibu dari anak tsb? ipunk JAWABAN Ketika akad ijab kabul sudah disahkan oleh wali dan saksi, maka sah bagi kedua mempelai untuk melakukan hubungan intim kapan saja kecuali saat datang bulan haid/menstruasi. Baik saat ibunya meninggal atau masih hidup. Bolehnya berhubungan intim bagi suami istri tidak ada kaitannya dengan mati atau hidupnya orang lain. Kecuali kalau yang mati itu adalah salah satu dari pengantin. Lebih detail lihat Perkawainan pernikahan dalam Islam. ____________________________________________ HUKUM MENIKAHI WANITA YANG DIHAMILI Assalammu'alaikum Wr Wb Alhamdulillah hirobbil 'alamin, sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Baginda Rasulullah saw kpd para sahabat serta kita semua selaku umatnya Sebelumnya saya mau minta maaf udah mengganggu waktu ustadz sebentar karena saya sedang kena musibah dosa besar dan sedang kebingungan tapi alhamdulillah allah masih memberikan rezeki kepada saya untuk bertaubat sekitar 5 Bulan yang lalu Pertamanya saya bersyukur karena sewaktu bertaubat dari zina wanita janda yang saya zinahi telah Haid 1 kali jadi sudah habis masa iddahnya setelah lima bulan lewat wanita yang saya zinahi cek kembali ke dokter ternyata mengandung dengan usia kandungan 1,5 bulan dan saya rencananya akan menikahinya bulan depan ? pertanyaannya 1. sahkah pernikahan kami nantinya ? 2. Haruskah kami ceritakan kepada orang tua kami tentang aib ini ? 3. bagaimana status anak tersebut mengenai nasab, waris dan wali nikah apabila perempuan dan saya yakini anak itu hasil hubungan kami ? dengan segala hormat saya mohon jawabannya yang menurut pendapat ulama yang paling kuat dan benar tentang kasus yang kami alami ini, semoga Allah membalas atas jawaban yang Pa Ustadz berikan kepada saya, Terima Kasih Banyak Wassalammu'alaikum Wr Wb JAWABAN HUKUM MENIKAHI WANITA YANG DIHAMILI 1. Sah. 2. Terserah anda. Tidak ada keharusan untuk bercerita pada orang tua. 3. Sah menjadi anak anda dan anda sah menjadi walinya. Lebih detail lihat Pernikahan Wanita Hamil Di Luar Nikah dan Status Anak ____________________________________________ HARTA WARIS PENINGGALAN AYAH awal ayh meninggal anak2 brkumpul 5 ank prempuan dan 1 laki laki dan sepakat membagi 1 1 rmh utk 2 anak prempuan 2 1 rmh utk 1 ank laki2 dan ibu 3 1 rmh utk 1 anak prempuan 4 1 rmh sisa utk 1 ank lakidpt lagi+ibudpt lagi+2 ank prempuan yg blm dpt bagian dimana salah 1 anak prempuan yg blm dpt bagian sekarang telah meninggal meniggalkan 1 suami,2 ank pria dan 1 wanita rumah pd point 1-3 adh d jual dan pada kenyataan rumah d point 4 akan d jual tapi hrs di bagi pada semua anak dan ibu benarkah cara ini atau bgmna pndpat agama islam dalam hal ini? ibu saya masih ada akan tetapi semua kakek dan nenek kami baik dari ibu atau bpk semua sudah almarhum. JAWABAN HARTA WARIS PENINGGALAN AYAH Menurut hukum waris Islam pembagiannya adalah sbb - Istri si mayit yakni ibu anda mendapat 1/8 seperdelapan dari harta peninggalan. - Sisa harta setelah dikurangi 1/6 untuk istri mayit lalu dibagi untuk semua anak si mayit. Dengan rincian anak laki-laki mendapat 2x lipat dari yang perempuan. Lebih detail lihat Hukum Waris Islam Panduan Lengkap Namun demikian, apabila semua ahli waris setuju untuk membagi harta warisan berdasarkan kesepakatan bersama, maka itu dibolehkan. Apabila salah satu ada yang tidak sepakat maka hendaknya dikembalikan pada hukum waris اتفق الورثة على قسم التركة بالمراضاة أو تنازل بعضهم عن نصيبه أو جزء منه فلا مانع من ذلك شرعاً، وإذا لم يتم الاتفاق على شيء معين.. ولو كان فيه غبن وتفاوت، فلا بد من الرجوع إلى القسمة الشرعية. ____________________________________________ INGIN CERAI DENGAN SUAMI YANG TAK BERI NAFKAH Assalamu'alaikum Ustadz, saya perempuan sudah menikah, saya menikah dengan suami saya, sebelumnya pernah keblabasan, orang tua dan keluarga saya tidak setuju,suami saya pernah cerai 2 kali, saya sarjana, dokter hewan, dia SD,saya bandel, akhirnya saya menikah siri tanpa wali, akhirnya dengan berjalannya waktu, kami diterima oleh keluarga saya, dan kami kembali ijab secara kua, kami tinggal di rumah keluarga saya, selama menikah , saya tulang punggung keluarga sampai sekarang, suami saya enggak ada pekerjaan pokok, ngerawat anak saya,,saya yg cari nafkah, suami saya selalu irit dalam pengeluaran, sampai ibu saya ngasih belanja susu dan ngasih beras,listrik pln pun nyuri, dan suka ngungkit bagian warisan kelak, dan pernah membentak ibu saya krn masalah keuangan, suami saya kurang inisiatif untuk cari nafkah, sudah 7 tahun saya menikah, saat ini saya sudah tidak kuat lg tadz, suami ku nggak pernah bilang cantik, jarang memanjakan saya , saya mencari nafkah di jakarta, dia dan anak saya di jogja, saya sudah nggak kuat lg tadz,, Usaha ayam petelur pernah dicoba tp merugi , menurut yg ahli, terlalu irit pakan, pelihara sapi jug kurus, saya bersabar, modal usaha dari saya praktek,Saya diterima pns di kementerian pertanian , thn 2010, penempatan maluku utara, saya berangkat, suami dirumah, kemudian menyusul, di sana bingung suami saya kerja apa, sepertinya apa apa itu perlu ide dari saya, kurang berjiwa enterpreuner, tekanan psikologis dengan lingkungan, akhirnya pulang ngrawat anak di rumah, saya di maluku, komunikasi selalu saya yg mulai, klo saya ngga telfon, jarang sekali telfon, sama juga sampai say mutasi dijakartapun begitu, kebutuhan keluarg dari sabun, sampai bangun rumAh, saya yg usaha dari praktek dan gaji. Dia dirumah ngrawat anak, dan hobi maenan radio fm, itu yg bikin ibu saya heran, sesudah subuh tidur lagi, bukannya membantu bapak saya yg buta ngasih pakan sapi, tapi bapak saya selalu sabar, begitu juga ibu, pernah suatu saat bapak saya ngasih pohon jati ke kakak saya, dipotong oleh orang yg ahli, tanpa sepengetahuan bapak ibu dia ambil yg bagus2 disimpan, pernah juga berniat menutup jalan rumah, alasannya biar gk ada kotoran ayam ibu dan jerami masuk ke garasi kami, padahal kami bangun rumah juga di modalin bapak ibukku, Pernah juga dia mengadu ke ibuk saya, bahwa saya nggak ngasih uang setelah saya mutasi ke jakarta, klo dulu di maluku utara, setiap bulan saya transfer, tp krn sekarang dekat, saya belanjAin ketika saya pulang dan saya tinggalin uang untuk k tempat orang hajatan, kadang juga dikasih ibu saya, alasannya gk ada uang untuk ke hajatan , ibu saya yg ngasih biar kelihatan enak diliAt tetangga, bisa umum bergaul, padahal sebenarnya dia juga pegangan uang, alasanne gk ada uang saya ingin mengakhiri ini tadz, dan saya sekarang ada laki laki yg disetujui untuk nikah dgn saya, orang nya baik banget, ingin menafkahi saya , dan saya nggk perlu kerja, cukup beribadah mendoakan suami, dan dia juga bersedia menafkahi anak dan orangtua saya , suami saya itu pelit , laki laki ini dermawan sekali, lembut perangainya, bagaimana tadz, laki laki sangat sayang kepada saya, dan menunggu saya sampai kapanpun, duda juga, keluarga saya setuju sekali, balasannya ya tadz, JAWABAN Untuk berpisah dengan suami, anda dapat melakukan gugat cerai ke Pengadilan Agama. Berdasarkan kasus yang anda ceritakan di mana suami sama sekali tidak pernah memberi nafkah, maka hal itu dapat menjadi unsus untuk mengajukan gugat cerai. Karena, dalam buku Akta Nikah yang ditandatangi suami terdapat perjanjian taklik talak suami yang isinya antara lain istri dapat mengajukan gugat cerai apabila suami tidak memberi nafkah. Isi lengkap teks taklik talak adalah sbb Sewaktu-waktu saya 1. Meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut, 2. Atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya, 3. Atau saya menyakiti badan/jasmani istri saya, 4. Atau saya membiarkan tidak memperdulikan istri saya enam bulan lamanya, Kemudian istri saya tidak ridha dan mengadukan halnya kepada pengadilan agama dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh pengadilan tersebut, sebagai iwadh pengganti kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya. Kepada Pengadilan tersebut saya kuasakan untuk menerima uang iwadh itu dan kemudian menyerahkan kepada Direktorat Jendral Bimas Islam dan Penyelengara Haji Cq. Direktorat Urusan Agama Islam untuk keperluan ibadah sosial. Suami Dalam Pasal 116 KHI Kompilasi Hukum Islam dinyatakan " Perceraian dapat terjadi karena alasan atau alasan-alasan ... g. Suami melanggar taklik talak;" Intinya, anda dapat mengajukan gugat cerai karena a suami melanggar taklik talak yakni tidak pernah memberi nafkah. Lebih detail Cerai dalam Islam
doa masuk kampung jamaah tabligh